Vine, kini menerapkan kebijakan baru. Layanan berbagi video berdurasi
enam detik milik Twitter ini memperbarui aturan mereka dengan aksi
'bersih-bersih' melarang konten berbau porno.
"Bagi lebih dari 99% pengguna kami, aturan ini tidak mengubah apapun," tulis Vine dalam blog resminya, menanggapi kekhawatiran akan adanya perubahan signifikan dalam menggunakan layanan.
"Bagi lebih dari 99% pengguna kami, aturan ini tidak mengubah apapun," tulis Vine dalam blog resminya, menanggapi kekhawatiran akan adanya perubahan signifikan dalam menggunakan layanan.
"Sisanya, kami tidak punya masalah
dengan konten seksual eksplisit di internet. Kami hanya memilih untuk
tidak menjadi sumber konten semacam itu," jelas Vine seperti dilansir CNN, Sabtu (9/3/2014).
Sebuah
postingan di Twitter Help Center memberi sejumlah contoh konten yang
tidak diperbolehkan diupload ke Vine. Konten tersebut antara lain
tindakan seksual, penggunaan sex toy untuk tindakan seksual, grafis art
seksual seperti hentai dan aksi seksual lainnya.
Beberapa bentuk
ketelanjangan diperbolehkan selama tidak bersifat provokatif seksual
dan tidak disajikan dalam konteks seksual. Contohnya yang termasuk documentary, edukasi atau artisitik secara alamiah.
"Misalnya
video pendek aktivis yang melakukan protes dengan telanjang, model
bugil untuk kelas seni dan ibu yang menyusui bayinya boleh diupload,"
demikian keterangan artikel tersebut.
Diluncurkannya Vine memang
direspons positif. Layanan tersebut langsung diserbu pengguna yang
penasaran ingin mencobanya. Sayangnya, tak lama setelah dirilis, konten
porno pun ikut menyerbu masuk.
Celakanya, video tak senonoh
dapat dengan mudah ditemukan menggunakan fitur pencarian, dengan
menggunakan sejunlah kata hashtag yang berhubungan pornografi.
Menanggapi
banyaknya laporan mengenai pengguna tak bertanggung jawab yang
meng-upload video porno, Vine pun kala itu dengan sigap memberlakukan
sistem sensor.
Dengan sistem sensor, pengguna tak lagi bisa
melakukan pencarian dengan tag seperti #porn, #boobs, #sex misalnya.
Namun memang, beberapa pencarian terkait dengan konten porno masih kerap
muncul. Dengan aturan baru yang lebih tegas, diharapkan konten Vine
akan lebih bersih.
(rns/rns)
Sumber : http://inet.detik.com


No comments:
Post a Comment