Pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang sejak Sabtu, 8 Maret lalu
mencuri perhatian dunia. Bahkan hilangnya pesawat jet Boeing 777, yang
membawa 227 penumpang dan 12 awak itu menarik perhatian Badan
Penerbangan dan Antariksa (NASA) Amerika Serikat, untuk ikut serta
mencari keberadaan pesawat.
Melalui pesan elektroniknya kepada Space.com,
NASA menyatakan telah bergabung untuk membantu pencarian pesawat
Malaysia Airlines MH730 yang hilang sejak Sabtu, 8 Maret lalu. Pejabat
NASA mengatakan pihaknya sejak Selasa (10/3) telah mengkaji upaya-upaya
untuk dapat berkontribusi dalam pencarian MH370.
"Upaya yang
dilakukan termasuk mengumpulkan data satelit yang diperoleh sebelumnya
dan menggunakan aset yang berada di antariksa, seperti satelit
Earth-Observing-1(EO-1) dan kamera ISERV di Stasiun Antariksa
Internasional , untuk mendapatkan citra baru kemungkinan lokasi
kecelakaan," kata juru bicara NASA Allard Beutel.
Resolusi dari
citra yang dihasilkan instrumen ini bisa digunakan untuk
mengidentifikasi objek yang ukurannya sekitar 98 kaki (30 meter).
NASA
juga akan mengirim data relevan kepada Geological Survey's Earth
Resources Observations and Science Hazard Data Distribution System yang
memfasilitasi pertukaran informasi sejak Piagam Antariksa Internasional
dan Bencana Besar diaktifkan.
Piagam itu, --yang bertujuan untuk
mengurangi dampak bencana alam dan ulah manusia dengan melancarkan
pengiriman data antariska--, diaktifkan pada Selasa (11/3) oleh China,
seperti dilansir media CNET .
Sumber : http://techno.okezone.com


No comments:
Post a Comment